Tentang Sholawat Wahidiyah
Berfaedah Menjernihkan Hati dan Ma'rifat Billah wa Rosuulihi SAW
info Apa itu Sholawat Wahidiyah?
Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa Sholawat Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam sebagaimana tertulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk cara dan adab pengamalannya.
Sholawat ini disusun oleh KH. Abdoel Madjid Ma'roef dengan tujuan untuk menjernihkan hati dan mencapai ma'rifat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
person KH. Abdoel Madjid Ma'roef
Lahir
Tahun 1920 M
Wafat
Selasa Wage, 7 Maret 1989 M
Asal
Pondok Pesantren Wahidiyah Jombang, Jawa Timur
Beliau merupakan muallif (penyusun) Sholawat Wahidiyah. Beliau adalah putra dari KH. Mohammad Ma'roef dari pondok pesantren Wahidiyah Jombang Jawa Timur Indonesia.
history Penyusunan Sholawat Wahidiyah
Mulai Disusun
Sholawat pertama yang disusun pada tahun 1963
Susunan Lengkap
Penyempurnaan hingga menjadi lembaran sholawat wahidiyah seperti saat ini
"Supaya ikut berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan batiniyah"
— Dorongan KH. Abdoel Madjid Ma'roef dalam menyusun Sholawat Wahidiyah
verified Ijazah Mutlak
Sholawat Wahidiyah telah diijazahkan secara mutlak oleh muallifnya. Sehingga dapat diamalkan oleh siapa saja. Serta dianjurkan untuk menyiarkannya kepada khalayak umum tanpa pandang bulu, baik suku, ras, golongan atau agama apapun.
arrow_forward Pelajari Cara Pengamalanauto_stories Ajaran Wahidiyah
Ajaran Wahidiyah adalah bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah yang berpedoman kepada Al-Qur'an dan Al-Hadits dalam menjalankan tuntunan Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam meliputi bidang Islam, bidang Iman dan bidang Ihsan, mencakup segi syariat, segi haqiqot/ma'rifat dan segi akhlak.
LILLAH
Segala amal perbuatan apa saja, baik yang berhubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya, maupun yang berhubungan dengan masyarakat, melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan mengabdikan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala dengan ikhlas tanpa pamrih!
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
"Laailaaha illallooh"
BILLAH
Menyadari dan merasa senantiasa kapanpun dan di manapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin, adalah Alloh SWT Tuhan Maha Pencipta yang menciptakan dan menitahkan. Jangan sekali-kali merasa memiliki kekuatan dan kemampuan.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
"Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah"
LIRROSUL
Di samping menerapkan LILLAH, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridloi Alloh, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosuululloh Shollallohu 'alaihi wasallam.
"Hai orang-orang yang beriman (BILLAH), taatlah kepada Alloh (LILLAH) dan taatlah kepada Rosul (LIRROSUL), dan janganlah merusak amal-amalmu"
QS. Muhammad: 33
BIRROSUL
Di samping sadar BILLAH, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin (yang diridloi oleh Alloh) adalah sebab syafaat dan jasa Rosuululloh Shollalloohu 'alaihi wasallam.
"Dan tidadalah AKU mengutus Engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam"
QS. Al-Anbiyaa: 107
YUKTI KULLADZI...
YUKTI KULLADZI HAQQIN HAQQOH
Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban, melaksanakan kewajiban di segala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta'ala Wa Rosulihi, maupun kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluq pada umumnya.
TAQDIMUL AHAM...
TAQDIMUL AHAM FAL AHAM
Di dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting (Ahammu). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (Anfa'u). Hal-hal yang berhubungan kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW harus dipandang "Ahammu" (lebih penting).