PSW Jateng Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Menuju Masyarakat yang Adil dan Makmur, Sadar Fafirruu Ilallooh Wa Rosuulihi SAW

Sumber Bahagia Dan Celaka

1 min read

Sumber Bahagia Dan Celaka
Sumber Bahagia Dan Celaka – Dalam kesempatan kali ini yang diambil dari Buletin Kembali Edisi 8 fokus “Sumber Bahagia Dan Celaka” belum sampai pembahasan berkaitan hal ; tanda orang bahagia, bahagia di dunia dan akhirat, apakah faktor seseorang itu memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, resep hidup bahagia, tanda bahagia menurut islam, contoh kebahagiaan di dunia dan akhirat, 4 perkara yang membahagiakan, doa bahagia dunia dan akhirat, semoga dalam kesempatan yang berbeda bisa fokus hal tersebut.
 
Langsung saja mari kita ketahui bersama perihal Sumber Bahagia Dan Celaka yaitu sebagai berikut: 

Sumber Bahagia Dan Celaka

Bentuknya memang kecil dan jarang kelihatan, tapi usianya sama dengan usia manusia sejak zaman Nabi Adam AS yang mempunyai banyak fungsi. Malahan akibat organ itu banyak orang bisa mencapai bahagia atau celaka, bisa banyak kawan atau lawan. Organ yang sering menjadi ungkapan orang itu ialah Lidah.
“Berjalan, peliharalah kaki, berkata, peliharalah lidah !”. Artinya, berhati-hatilah, kalau kita mengatakan sesuatu jangan sampai salah.

“Ajining raga dumunung ana ing busana, ajining diri dumunung ana ing lathi ! Artinya. harga diri (tubuh) tergantung pada pakaiannya, sedangkan harga pribadi terletak pada ucapannya (lidahnya). 

Lidah salah satu organ tubuh Manusia

Lidah merupakan salah satu organ tubuh, pelengkap kesempurnaan manusia. Tanpa lidah, orang akan kekurangan karena sulit berkomunikasi dengan orang lain dan dikesankan sebagai orang bisu. Selain itu lidah dapat menikmati makanan yang enak dan lezat. Karenanya itu lidah merupakan nikmat Allah yang besar artinya dalam kehidupan manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang memberi nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyian dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra ria. Lidah yang ber-nasehat dapat menenangkan gelora marah dalam dada.

Lidah dapat memutarbalikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat orang yang menangis menjadi ketawa. Banyak kata bersayap yang dibuat orang dengan lidah. 
 
“Lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”, 
 “lidahnya berbisa”, 
 “Lidahnya seperti lidah ular bercabang dua”, 
 “Lidahnya fasih berbahasa”, 
 “Dia pandai bersilat lidah”, dan sebagainya.  

Pokoknya lidah seseorang

Pokoknya lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang ke tempat yang mulia, atau sebaliknya. Maka sebuah maqolah mengatakan: 
 
“Keselamatan manusia Itu terletak dl dalam menjaga llsannya (lidah)”. 
 
“Terpelesetnya kakl Itu leblh selamat darl pada terpelesetnya lidah”.

Lidah juga bisa menimbulkan bencana. Lidah bisa membuat orang bersaudara bertikai dan porak poranda. Karena lidah, orang dapat menghancurkan dunia. 
 
Maka Al-Qur’an menegaskan : 
 
“Jika datang kepadamu seorang fasiq (munafiq) dengan membawa berita, maka hendaklah engkau periksa lebih dahulu berita Itu”. (Al Hujorot : 49).

Syeh Hasan Basri Ra, berkata:

“Orang mu’min sedikit berbicara banyak bekerja, tetapi orang munafiq banyak bicara sedikit kerja”. 

Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra, berkata:
 
“Orang munafiq ilmunya adalah dilidahnya, tetapi orang mu’min ilmunya ada dalam hatinya”. 

Penutup

Itulah “Sumber Bahagia Dan Celaka” Dalam kesempatan kali ini yang diambil dari Buletin Kembali Edisi 8, belum sampai pembahasan berkaitan hal ; tanda orang bahagia, bahagia di dunia dan akhirat, apakah faktor seseorang itu memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, resep hidup bahagia, tanda bahagia menurut islam, contoh kebahagiaan di dunia dan akhirat, 4 perkara yang membahagiakan, doa bahagia dunia dan akhirat, semoga bermanfaat.
PSW Jateng Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Menuju Masyarakat yang Adil dan Makmur, Sadar Fafirruu Ilallooh Wa Rosuulihi SAW