Tinjauan Lillah Billah Menurut Falsafat Hidup Bangsa Indonesia Pancasila

Sila pertama KE TUHANAN YANG MAHA ESA. Berarti bahwa Negara dan bangsa Indonesia harus BER KETUHANAN YANG MAHA ESA !. Kalimat “BER KETUHANAN YANG MAHA ESA” menuntut dan mengajak dua hal. Satu, bangsa Indonesia harus percaya dan mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara dan Bangsa Indonesia adalah hamba Tuhan Yang Maha Esa . Jadi segala tingkah laku bangsa Indonesia (yang diridloi Tuhan) dalam kegiatan apapun saja, harus didasari dan diarahkan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi harus disertai niat LILLLAH dalam segala gerak dan kegiatan bangsa ini. Kedua, awalan “ber” dalam kalimat “ber ke Tuhanan” menurut adanya kesenantiasaan hubungan dengan Tuhan.

Contoh : “berbaju” = orang yang mengenalkan baju, senantiasa berhubungan gandeng dengan bajunya. “Bertopi’ = orang yang memakai topi, senantiasa tidak lepas dari topinya. Orang yang dikatakan berbaju atau bertopi itu sedikitpun tidak pisah dari baju atau topinya. Orang yang tidak mengenakan baju, dan orang yang tidak memakai topi, tentu tidak dapat disebut “berbaju” atau ”bertopi”. Sekalipun dia mempunyai baju atau topi.

Begitu juga kalimat ”ber Ke Tuhanan Yang Maha Esa” seharusnya ada kesenantiaan hubungan denga Tuhan  Yang Maha Esa !. sedikitpun negara dan Bangsa Indonesia tidak terlepas dari Tuhan Yang Maha Esa !. dengan pengertian lain, segala yang ada di indonesia termasuk bangsa Indonesia dengan segala gerak geriknya lahir batin adalah ciptaan Alloh Tuhan Yang Maha Esa Maha Pencipta. Tidak ada barang satupun yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicipta dan dipelihara Alloh. Jadi segala-galanya adalah BILLAH !.SEBAB dan DENGAN TUHAN YANG MAHA ESA !.Inilah yang harus kita sadari, karus kita rasa setiap saat dimanapun kita berada dan apapun yang ada kita lakukan !.

Inilah kehendak atau tuntunan yang terkandung didalam falsafat hidup bangsa Indonesia PANCASILA dalam hubungannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan bahkan dalam hubungan sesama hidup. LILLAH BILLAH !. KARENA DAN UNTUK TUHAN YANG MAHA ESA dan SEBAB DAN DENGAN TUHAN YANG MAHA ESA !. Ini harus ditrapkan dalam rasa setiap bangsa Indoneisa !. Ditrapkan dalam kesadaran rasa setiap saat setiap keadaan terus menerus !. Kenyakinan atau iman yang belum tembus kedalam rasa sadar, perlu ditingkatkan !. Cara peningkatannya antara lain dengan terus menerus latihan dalam hati seperti diatas, dan memperbanyak permohonan kepada Alloh Subhanuhu Wa Ta’ala sebagai ”genter penyenggek” hidayah. Sebab tanpa hidayah dari Alloh tidak mungkin bisa melakukan itu semua !. Dan alhamdu Lillah  doa Sholawat Wahidiyah mendapat perkenan dari Alloh sebagai doa yang mustajab untuk soal-soal kesadaran LILLAH BILLAH tersebut diatas. Alhamdu Lillah!.

Bukan hanya bangsa Indonesia saja yang harus mengetrapkan Lillah BILLAH, akan tetapi setiap ummat beragama didunia ini, agama apa saja, harus berusaha bisanya mengetrapkan LILLAH BILLAH !. Halnya mungkin istilahnya yang berbeda. Tetapi maksudnya sama.

Dengan pengetrapan dasar niat LILLAH dan sadar BILLAH seperti diatas, tercapailah kesadaran mental yang benar-benar haqqul yaqin. Sungguh-sungguh murni dan konsekwen mengamalkan tuntunan yang dikehendaki oleh PANCASILA itu sendiri, dan sesuai dengan U.U.D. 45 pasal 29 ayat 1.

Pengetrapan sila pertama dengan benar-benar BILLAH dan dengan niat LILLAH seperti diatas, merupakan sumber hidup yang menjiwai, menumbuhkan dan membuahkan bermacam-macam kebaikan seperti yang dituntunkan dalam ke-empat sila yang lain. Ke-empat sila yang lain itu bisa terlaksana dengan sempurna, dan oleh karena itu tidak dapat memberi manfa’at kepada ummat masyarakat bangsa dan negara, jika sila pertama tidak ditrapkan dalam jiwa kesadaran yang tinggi dalam kehidupan bangsa Indonesia, LILLAH BILLLAh seperti di atas !.

Manusia LILLAH BILLLAH otomatis memiliki rasa peri kemanusiaan yang mendalam. Sebab dia senantiasa takholluq = berbudi pekerti seperti budi pekerti Tuhan, dimana diantara sifat-sifat Tuhan yang paling menonjol adalah rohman rohim kasih sayang kepada semua. BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIM.

Manusia LILLAH BILLAH banyak berbuat untuk memberi manfaat bagi orang lain dan masyarakat, tidak hanya untuk dirinya sendiri. Bahkan bersedia berkorban mengalahkan kepentingan diri pribadinya, demi untuk masyarakat banyak, demi untuk ummat, untuk agama, bangsa dan negaranya. Firman Alloh dalam Al Qur-an surat Al Hasyr ayat 9 yang menerangkan sifat-sifat Shohabat Anshor terhadap Shohabat Muhajirin merupakan contoh manusia LILLAH BILLAH.

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (para Shohabat Anshor) banyak berbuat bagi orang-orang lain (Shohabat Muhajirin) mengalahkan kepentian mereka sendiri, dan sekalipun mereka harus berkorban untuk itu ………). (arti kurang lebih).

Manusia LILLAH BILLAH, karena sudah tidak dikuasai oleh imprialis ”nafsu egosentris”nya, dengan sendirinya selalu menghargai pendapat orang lain, dan oleh karena itu otomatis menjunjung tinggi prinsip ”PERMUSYAWARATAN” dan memiliki sifat-sifat kerakyatan yang demokratis. Segala persoalan dipecahkan melalui saluran musyawaroh, disamping usaha memperoleh petunjuk hidayah dari Alloh SWT dengan penuh tawakkal.

Sikap kepimpinan manusia LILLAH BILLAH baik dalam urusan rumah tangga maupun dalam hubungannya dengan masyarakat luas, selalu berpedoman dan mengetrapkan firman Alloh dalam Al Qur-an surat Ali ’Imron ayat 159 :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya kurang lebih :

(maka disebabkan rohmat dari Alloh-lah Engkau bisa berlaku lemah lembut terhadap mereka; sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena maafkanlah mereka dan mohonkan ampunan bagi mereka, dan bermusyawarohlah dengan mereka dalam persoalan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, telah bersepakat, maka bertawakallah kepada Alloh. Seseungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertawakal kepada –NYA).

Doa-doa yang diamalkan didalam sholawat wahidiyah, sebahagian merealisir firman Alloh tersebut diatas, selengkapnya sebagaimana berikut :

Juga hubungan tanggung jawab dan loyalitas terhadap bangsa dan negara direalisir dalam bentuk doa permohanan kepada Alloh antara lain :

اللهم بارك فيما خلقت وهذه البلدة

(Yaa Alloh, limpahkanlah barokah didalam segala makhluq ciptaan-MU dan didalam negeri ini!).

Kiranya tidak berlebihan dan semoga diridloi Alloh, jika dikatakan bahwa melihat obyek sasaran yang dimohonkan dalam kedua bentuk doa tersebut diatas, merupakan cetusan rasa atau manifestasi dari rasa tanggung jawab terhadap terwujudnya keadilan sosial yang merata bagi seluruh Rakyat Indonesia seperti dikehendaki oleh sila kelima PANCASILA.

———- ***——–