Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Provinsi Jawa Tengah

Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018

Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Provinsi Jawa Tengah

Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Lapangan Olahraga Langensari Kec. Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada hari Sabtu, 22 Desember berjalan lancar. Kegiatan Mujahadah Nisfussanah ini dilaksanakan rutin setiap satu tahun 2 (dua) kali oleh Dewan Pimpinan Wilayah Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPW PSW) se-Indonesia, begitu juga Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jawa Tengah. Mujahadah Nisfussanah ini sudah berjalan dengan baik dan rutin di Wilayah Provinsi yang sudah terbentuk Pengurusnya, sebagaimana waktu kegiatan atau Mujahadah yang sudah dibakukan sesuai Bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah Hadrotul Mukarrom KH. Abdoel Madjid Ma’ruf Kedunglo Kediri Jatim. Jelasnya bahwa kegiatan Mujahadah Nisfussanah adalah Mujahadah Wahidiyah yang dilaksanakan secara berjama’ah setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, oleh Pengamal Wahidiyah se-Provinsi / Daerah Khusus / Daerah Istimewa.

Dalam Sholawat Wahidiyah yang diamalkan dalam kegiatan Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Prov. Jateng dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam dengan Tema “Pentingnya Peran Wenita Dalam Perjuangan Kesadaran Kepada Alloh Wa Rosuulihii Sholallohu ‘Alaihi Wa Salllam”, merupakan rangkaian do’a permohonan kehadirat Allah SWT. Dengan berwasilah kepada Rasuulullah SAW, melalui sholawat dan pujian kehadirat Allah SWT. Secara umum do’a permohonan yang dipanjatkan kepada Allah SWT meliputi permohonan kesempurnaan iman (tauhid/sadar ma’rifat), ampunan, keakraban dalam bermasyarakat dan keberkahan Allah atas lingkungan disekitar kita, segenap penduduk di negeri ini dan jami’al ‘alamin  pada umumnya. Di dalam semua do’a permohonan yang dipanjatkan kepada Allah SWT pada saat mujahadah (membaca Sholawat Wahidiyah), baik secara pribadi maupun berjama’ah, tidak ada permohonan yang sifatnya hanya untuk kepentingan pribadi, tapi semua permohonan dikaitkan dengan semua makhluk yang di ciptakan Allah yang ada di Negeri ini jami’al ’alamin pada umumnya (Lembaran Sholawat Wahidiyah bisa dilihat di sini). Do’a permohonan selalu dikaitkan dengan masyarakat secara keseluruhannya, karena jika Allah menurunkan berkah-nya pada masyarkat kita, maka kita sebagai salah satu elemen masyarakat secara otomatis akan juga mendapat berkah tersebut, namun jika kita berdo’a hanya untuk kepentingan peribadi, maka belum tentu masyarakat sekitar kita akan mendapat manfaat dari do’a kita.

Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018

“Mujahadah ini sangat positif sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, sekaligus wahana mendoakan bangsa dan negara kita tercinta ini agar selalu berada dalam suasana kehidupan yang guyub, rukun, bersatu padu, saling menghargai dan toleran satu sama lain. Semoga mujahadah ini bisa kita jadikan inspirasi dan sumber motivasi dalam mengaktualisasi sikap Islami yang rahmatan lI alamin : damai, ramah dan toleran. Islam sejati sebagaimana dituntunkan dalam Al-Quran dan Hadist Rasullulah SAW,” ujar Gubernur Jawa Tengah dalam Sambutannya.

Hal ini perlu saya sampaikan karena di tengah-tengah heterogenitas, masyarakat memerlukan sikap menjunjung tinggi toleransi dan mengembangkan sikap saling menghargai. Apa-lagi kita tinggal dan hidup di negara yang besar, mempunyai keragaman suku bangsa, ras, dan agama. Akan sangat berbahaya bagi keutuhan dan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, jika masyarakatnya masih belum memahami kebhinekaan, belum menerima per-bedaan.

Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018
Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018
Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018

Peristiwa Garut, dan serangkaian peristiwa intoleransi, hate speech, hoax, dan berbagai aksi anarkisme, sudah cukup menjadi bahan evaluasi dan introspeksi untuk kita semua, sudah sejauh mana ke-Islam-an dan Nasionalisme kita.

Sebagai penganut agama Islam, kita patut meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tablig. Dengat sifat-sifat positif tersebut beliau berhasil membangun Kota Madinah yang heterogen, terdiri dari bangsa Arab, Yahudi, Kristen, Islam menjadi kota yang berkeadaban, kota yang tertib serta taat. Tentunya teladan yang baik ini harus bisa menjadi budaya bagi pemeluk Islam. Monggo sareng-sareng dipenggalih, awake dewe iki kan umate Kanjeng Nabi Muhammad SA W tho ? haiyo uwis, gak usah niru-niru ajarane liyan.

Berkiblat dengan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, saya mengajak kepada panjenengan sami untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam pengamalan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari. Mari hargai keragaman dan keber-agamaan di negeri ini, kita kembangkan spirit kebersamaan dalam menjaga dan memperkuat keguyuban, kegotongroyongan kehidupan bermasyarakat agar kehidupan di Jawa Tengah dan Indonesia tetap dalam suasana yang aman, nyaman, tertib dan damai, kata dalam sambutan Gubernur Jateng.

Dalam sambutan Gubernur Jateng menekankan kepada ibu-ibu jamaah yang hadir pada mujahadah di malam hari ini. Melihat akan keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah untuk kaum wanita, maka jelaslah bahwa wanita merupakan tumpuan dasar kemuliaan suatu masyarakat bahkan Negara. Masyarakat atau Negara yang baik dapat terlihat dari baiknya perempuan di dalam Negara tersebut dan begitupun sebaliknya. Maka, “saya ingin panjenengan sami bisa lebih mengikhtiarkan diri mengajak dan menjadi pendamping keluarga dalam bersetia terhadap Allah SWT dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari, saya yakin panjenengan mampu merakit keharmonisan dalam keluarga untuk harmonisasi sebuah Negara”.

Dengan terselenggarannya Mujahadah Nisfussanah Ke-39 ini semoga menjadikan perobahan yang lebih biak di segala bidang terutama bagi Para Pengamal Sholawat Wahidiyah Jateng Umumnya Jami’ al Alamin berbondong-bodong sadar Kepada Alloh Wa Rosuulihii Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam.

Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018
Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018
Mujahadah Nisfussanah Ke-39 Penyiar Sholawat Wahidiyah Prov. Jateng 22 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.