Faktor Utama Kesuksesan ; Bisa Karena Biasa “Istiqomah” dalam Ibadah

Assalamualaikum wr,wb..

Segala sesuatu yang dapat kita lakukan secara rutin  adalah hal yang sudah biasa kita lakukan (Bisa Karena Biasa “Istiqomah”). Karena hal tersebut telah masuk dalam alam bawah sadar (refleks) sehingga tanpa pikir panjang maka kita akan mempunyai kemauan untuk melakukannya. Bisa karena biasa, biasa karena dibiasakan, dan tentunya pasti ada unsur paksaan dari diri kita sendiri guna meningkatkan kemampuan/kualitas diri.

Di lain waktu kita akan mempelajari tentang cara meningkatkan kualitas diri. Namun, sekarang kita akan mempelajari terlebuh dahulu tentang istiqomah.

Apa itu istiqomah?

Istiqomah berarti berpendirian teguh atas jalan yang lurus, berpegang pada akidah Islam dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak berubah dan berpaling walau dalam keadaan/situasi apapun.

Dari Abu ‘amr, Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdillah ats-Tsaqafi RA, berkata : “Aku berkata, ‘Ya Rasullah! Katakanlah kepadaku dalam islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang lain selain engkau.’ Beliau menjawab, ‘Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla,’kemudian istiqamahlah.’” (HR.Muslim)

Contoh Istiqomah

  • Istiqomah dalam Iman dan melaksanakan tuntutan Iman.
  • Istiqomah dalam solat dan Ibadah-ibadah khusus yang lain. Ibadah tambahan seperti halnya mengamalkan Shalawat Wahidiyah (akan kita pelajari di akhir pembahasan).
  • Istiqomah dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menentang kebatilan dan kezaliman.
  • Istiqomah dalam ibadah umum seperti belajar, berniaga dan bekerja sesuai dengan syari’at islam.

Dengan matlamat untuk mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat serta di ridhai Allah SWT.

Tahap-tahap Istiqomah

Ada tiga tahap Istiqomah yang perlu berlaku serentak yaitu:

  1. Istiqomah hati:  sentiasa teguh dalam mempertahankan kesucian iman dengan cara menjaga kesucian hati daripada sifat syirik, menjauhi sifat-sifat cela seperti riak dan menyuburkan hati dengan sifat terpuji terutama ikhlas.  Dengan kata-kata lain Istiqomah hati bermaksud mempunyai keyakinan yang kukuh terhadap kebenaran.  Firman Allah SWT:

(Surah Al-Furqan ‘ ayat 32 )

Artinya: Dan orang-orang yang kafir berkata : “Mengapa tidak diturunkan Al-Quran itu kepada Muhammad semuanya sekali ( dengan sekali gus ) ? diturunkan Al-Quran  dengan cara yang demikian karena hendak menetapkan hatimu (wahai Muhammad) dengannya, dan kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu persatu.”

  1. Istiqomah lisan:  memelihara lisan atau tutur kata daripada kata-kata supaya senantiasa berkata benar dan jujur, setepat kata hati yang berpegang pada prinsip kebenaran dan jujur, tidak berpura-pura, tidak bermuka-muka dan tidak berdolak dalik.

Istiqomah lisan terdapat pada orang yang beriman, berani menyatakan dan mempertahankan kebenaran dan hanya takut kepada Allah Taala.  Firman Allah SWT:

(Surah Ibrahim ‘ Ayat 27)

Artinya: “….Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat…..”

  1. Istiqomah perbuatan:  Tekun berkerja atau melakukan amalan atau melakukan apa saja usaha untuk mencapai kejayaan yang di ridhai Allah.  Dengan kata-kata lain istiqomah perbuatan merupakan sikap dedikasi dalam melakukan sesuatu pekerjaan, perusahaan atau perjuangan menegakkan kebenaran, tanpa rasa kecewa, lemah semangat atau putus asa dengan dorongan hati yang istiqomah.

Hikmah Istiqomah

Istiqomah merupakan sikap jati diri yang teguh dan tidak luntur oleh pengaruh apapun.  Sikap ini menjadikan seseorang itu terus berusaha untuk mencapai matlamat daripada usaha dan pengorbanannya.  Akhirnya sikap inilah yang menjadi faktor utama kesuksesan.

Membentuk Sikap Istiqomah

Sikap Istiqomah dapat di bentuk dengan menanamkan unsur-unsur berikut ke dalam diri:

  1. Matlamat yang unggul  yaitu sukses dalam kehidupan di dunia dan di akhirat
  2. Semangat dan daya juang yang tinggi serta tidak mudah mengalah atau berputus asa
  3. Prinsip yang benar berasaskan Al-Quran dan hadis Rasullallah SAW
  4. Ilmu pengetahuan yang cukup
  5. Strategi yang tepat dalam perjuangan
  6. Usaha yang kontinyu
  7. Yakin kepada takdir dan janji Allah SWT
  8. Berdoa dan bertawakal
  9. Bersyukur dan ridha.

Sikap inilah yang diteladani Rasullallah Sallallahu Alaihi Wassalam, para sahabat, para mujahid, syuhada’ dan salihin seperti yang tertera di dalam sejarah.

Manusia dalam perjuangan hidup

Perjuangan dalam hidup manusia sangatlah luas.  Ada perjuangan yang kecil dan ada perjuangan yang besar.  Contoh perjuangan yang kecil ialah segala usaha yang dilakukan untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan di dunia.  Sedangkan perjuangan yang besar ialah segala usaha untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Namun begitu tidak sedikit orang yang keliru.  Mereka meletakkan perjuangan untuk mencapai kesuksesan di dunia sebagai perjuangan yang utama dan mengabaikan perjuangan untuk mencapai kesuksesan di akhirat.  Sebenarnya orang yang berusaha untuk mencapai kesuksesan di dunia saja adalah orang yang akan mendapat kerugian di dunia dan di akhirat, sedangkan orang yang berusaha untuk mencapai kesuksesan di akhirat sebenarnya akan mendapat kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Firman Allah SWT: (Surah Al-Hadid Ayat 20-21)

Artinya:”Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, berhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman iu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allahserta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalh kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rosul-rosul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Malangnya ada pula orang yang tidak mempunyai perjuangan langsung dalam hidupnya, mereka hanyut bagaikan kiambang di sungai.  Mereka diracuni oleh faham jabariah yaitu berserah pada takdir tanpa usaha, atau mereka mengikut arus dan perubahan zaman tanpa prinsip dan pendirian, iman mereka rapuh, amal ibadah mereka tidak menetap dan akhlak mereka dicorakkan oleh berbagai-bagai budaya.

Istiqomah dalam perjuangan

Perjuangan yang suci di ridhai Allah tidak terlepas daripada ujian dan hambatan terutama perjuangan menegakkan Islam baik dalam dalam diri, dalam keluarga dan dalam masyarakat. Ujian  itu hanya akan dapat di atasi oleh semangat jihad yang tinggi, beristiqomah, bersabar dan tidak berputus asa.

Setelah kita pelajari seluruhnya tentang Istiqomah, inilah saatnya kita terapkan dalam perjuangan suci dalam mencapai ridha Allah. Diatas telah disinggung tentang pengamalan Shalawat Wahidiyah. Ajaran Wahidiyah sendiri  adalah bimbingan praktis lahiriyah dan batiniyah di dalam mengamalkan dan menerapkan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, mencakup bidang syari’at, bidang haqiqat, meliputi penerapan iman, pelaksanaan islam, perwujudan ihsan dan pembentukan akhlaqul kariimah.

Shalawat adalah bentuk jamak dari kata shalat yang berarti doa ataupun seruan kepada Allah. Membaca shalawat untuk Nabi  memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah SWT. untuk Nabi dengan ucapan, pernyataan serta pengharapan, semoga beliau (Nabi) sejahtera (beruntung, tak kurang suatu apapun, keadaanya tetap baik dan sehat).

Marilah perbanyak shalawat karena shalawat memiliki fadilah yang sangat besar bagi para pengamalnya.

Selamat berjuang! Dari kami para Penyiar Sholawat Wahidiyah dan saya Iis, salam Fafirru ilallah..

Wassalamualaikum wr,wb..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.