Esensi Penyiaran Menolong Orang | Wahidiyah Jateng

Esensi Penyiaran Menolong Orang | Wahidiyah Jateng

Banyak pengamal yang baru pertama kali melakukan penyiaran wahidiyah, mereka putus asa dan menyerah ketika ditolak mentah-mentah oleh para calon pengamal. Padahal kalau dipikir-pikir, siar wahidiyah adalah aktivitas yang sangat mulia.

“Siar adalah aktivitas menolong orang yang DISIARI…”

Agar kita tidak termasuk orang yang putus asa dan menyerah saat penyiaran, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai esensi PENYIARAN itu sendiri.

Apa sebenarnya esensi PENYIARAN itu?

Esensi PENYIARAN yang pertama adalah MENOLONG ORANG.

Tanpa disadari, Penyiaran adalah proses penyampaian Sholawat Wahidiyah atau Ajaran Wahidiyah atau bagian daripada keduanya untuk memberi manfaat. Setiap kesediaan calon pengamal akan memberi manfaat bagi dirinya. Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan, kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan hidupnya. Bayangkan… Jika seandainya banyak orang di luar sana yang tertolong karena hadirnya Wahidiyah dari kita, kita tentu senang bukan?

Jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus gundah gulana? Masuk akal?

Mulai saat ini, gentur… gentur…. gentur Mujahadah Penyiaran dan ketika Penyiaran, munculkanlah rasa ingin menolong orang. Niatkanlah di dalam hati bahwa penyiaran yang kita lakukan adalah sebuah pemberian “pertolongan” atas keinginan, kebutuhan, atau permasalahan yang sedang ia hadapi. Harapannya, dengan hadirnya wahidiyah dari kita, semua hal tersebut dapat terselesaikan. Dengan begini, ketika ia menerima, kita bersyukur, dan ketika ia menolak, kita tak perlu kecewa, karena sedari awal niatan kita adalah menolong.

Esensi penyiaran yang kedua adalah MENEBARKAN MANFAAT

Bisa Anda bayangkan, saat penyiaran, minimal kita sedang membantu mendistribusikan lembaran/kartu nidak dan bercerita manfaatnya ke banyak orang. Lebih dari itu, ketika penyiaran, kita sedang mendorong terbentuknya revolusi mental. Kecepatan terbentuknya mental yang revolusioner di sebuah masyarakat menentukan kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan masyarakat tersebut.

Kalau sudah begitu, hal apa saja yang membuat kita putus asa dan menyerah saat menghadapi penolakan dan kegagalan saat penyiaran?
Toh esensinya menolong orang dan menebarkan manfaat kan?

Kang Zainul Arifin

Sekretaris Umum DPP PSW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.